Sunday, February 27, 2011

Rindu

kriiinnngggg.....

handphonenya berbunyi nyaring. melirik sebentar ke layar, lalu mengacuhkannya kembali.
telepon itu tidak digubrisnya. ia sedang marah. didiamkannya hingga tidak berbunyi lagi.

kriiiiinnnnnggggg...... 


yak. berdering lagi. dengan gerakan malas ia angkat telepon itu.
setelah menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan si penelepon dengan nada ketus,
akhirnya ia menghela nafas.


meluncurlah kata-kata yang selama ini selalu menghimpitnya, membebaninya.
sambil menelepon, ia membuat tugas-tugasnya yang menggunung.
sembari itu pula air matanya jatuh satu persatu tanpa dapat dihalangi.
mengalir terus. bahkan walaupun ia tidak mengerjapkan mata.


taukah kau kenapa?
karena ia merasa terbuang, dibuang, ditinggalkan, dilupakan oleh orang-orang tedekatnya.
ia merasa begitu jauh jaraknya dengan mereka.
ia rindu mereka. rindu saat-saat bersama.
karena ia merasa begitu jauh dari rumah.
ya, ia rindu rumahnya, suasananya, orang-orangnya, kehidupannya.
karena ia merasa telah kehilangan arah.
tanpa tau apa tujuannya, tanpa tau mana yang harus ditempuh, tanpa tau apa-apa ,
ia seperti anak kecil yang dipaksa untuk berjalan,
walaupun kakinya belum kuat, bahkan untuk sekedar menapak.


saat telepon ditutup ,
airmatanya masih tetap mengalir untuk beberapa saat...

No comments:

Post a Comment

waktu

Waktu selalu membawa cerita Yang tak terkata saat bergelas-gelas kopi menemani Tentang impian masa muda yang konyol Yang terkisah saat panas...