Rasa tidak pernah meminta untuk ada
Rasa tidak pernah memilih kepada siapa
Rasa tidak pernah menyalahkan siapapun yang merasakannya
Ia hanya ingin dirasa
Ia hanya ingin didengar
Ia hanya ingin semuanya benar
Tapi ia tidak pernah tau bahwa itu bisa menyakiti orang lain
Ia tidak pernah tau bahwa ia belum tentu bisa diterima
Ia tidak pernah tau bahwa waktunya belum tepat
Ia tidak pernah tau bahwa orang yang ia pilih , tidak bisa menyampaikan kembali rasanya
Pada akhirnya ia hanya bisa diam saat tau semuanya
Ia hanya bisa tersenyum dan tertawa kecil di depan orang lain untuk menutupi apa yang ia rasakan sebenarnya
Ia hanya bisa menahan tangisnya saat bersama orang yang ia 'pilih'
Ia hanya bisa menangis sesegukan saat semuanya pergi , meratapi bahwa ia ternyata salah...
Ternyata salah...
No comments:
Post a Comment