melihat, lalu diam
bertemu, lalu diam
duduk, lalu diam
selalu diam
tanpa pernah terucap 1 kata pun
namamu ataupun namaku tak pernah terucap dari kita
padahal kita sama-sama tau
sama-sama tidak mengerti
mengapa kita berbicara dalam diam?
setiap kali,
tempat duduk yang sama,
posisi yang sama,
dan waktu yang sama
nyaman
mungkin itu kata yang tepat untuk mendeskripsikan kamu
dengan diammu
semua sudah terasa tepat
tanpa perlu ada kata yang terucap
beberapa hari lalu aku menahan tawa
melihatmu terkantuk-kantuk hingga memejamkan mata
dengan tangan menopang dagu
dan wajah tertunduk
kamu tidur
betapa wajah itu membawaku pada kata tenang
entah mengapa
jangan kamu tanya padaku
lalu kemarin,
entah mengapa kursimu tak ada pada tempatnya
lalu kamupun duduk tepat di belakang kursi yang biasa kamu duduki
dan aku tetap di tempatku
mataku selalu melirik ke belakang
ke arahmu secara sembunyi-sembunyi
dengan wajah menghadap proyektor
ekor mataku melihat gerak-gerikmu
setiap 15 menit sekali
ah, betapa aku merasa bodoh
idiot melakukan hal tersebut
tapi aku tidak menyesal
karena kamu itu menyenangan :)
No comments:
Post a Comment