ya Tuhan,
saya kangen sekali
rasanya rasa di dalam sini ingin meledak
tapi saya juga tidak begitu mengerti
apakah ini benar-benar kangen
atau hanya sekedar perasaan
yang merasa tertinggal dan dilupakan
mungkin ini sudah entah kali ke berapa saya merasakan hal ini
tapi kali ini, semuanya berbeda
tidak sama lagi seperti waktu saya dulu
karena saya berubah,
karena lingkungan saya berubah
kali ini,
rasanya jauh lebih sakit
hingga seluruh bulu kuduk saya merinding
menahan apa yang saya rasakan
bisakah nanti saya diterima
seperti apa adanya saya
bisakah nanti saya dimengerti
sebagaimana saya berusaha mengerti orang lain
bisakah nanti saya dihargai
sebagaimana layaknya orang yang patut dihargai
terkadang,
saya lelah sekali, ya Tuhan
bersikap bahwa semuanya baik-baik saja
namun pada kenyataannya tidak sama sekali
lelah berusaha menjadi gadis manis
yang selalu dianggap 'tidak ada apa-apanya'
lelah berusaha untuk selalu didengar, diingat, diperhatikan, dan dihormati
saya ingin berteriak
bahwa saya juga ada, bahwa saya di sini,
bahwa saya juga memiliki hak yang sama
bahwa saya juga perlu didengarkan
orang boleh saya bebas berpendapat,
boleh saja mereka berpikir,
bahwa dengan sendiri pun saya tidak apa-apa
tapi, apa yang mereka tau?
saya juga memerlukan orang lain
yang ada di samping saya
yang bisa mendengarkan, mendukung, menyayangi,
dan menerima sebagaimana saya adanya
tidakkah ada yang sadar
yang saya tunjukkan selama ini hanyalah sebuah topeng
sama seperti yang orang lain gunakan
untuk menghadapi sebuah sandiwara super besar
yang bernama "kehidupan"
s a n g a t k a n g e n r u m a h d a n s e g a l a i s i n y a
yang selalu siap menerima saya apa adanya
tanpa harus saya gunakan topeng itu
No comments:
Post a Comment