satu hari
diam tanpa kata
hanya memandang
tanpa tau apa yang tersirat
semakin dan semakin menjadi
dari hari ke hari
menjadi minggu demi minggu
hingga akhirnya (mungkin nanti)
menjadi tahun berganti tahun
tapi apa yang salah
kepada hatikah kita harus bertanya
atau kepada otak yang ada di dalam kepala
entah
jika ingin marah
salahkanlah keadaan yang ada saat ini
jangan kamu menjadi sesosok orang yang asing dihadapanku
kumohon jangan
jangan membuatku merasa seolah-olah tidak berguna
tidak penting
tidak diperlukan
tidak pernah ada
tidak pernah ada percakapan panjang
hanya diam dan diam
bahkan di saat hanya tersisa kamu dan aku
hanya sebatas sapaan sesaat
percakapan basa-basi
menjadi begitu aneh satu sama lain
tidak lagi nyaman (mungkin) untukmu
lalu apa artinya
semua pesan itu
semua cerita yang pernah kita bicarakan
omong kosong belaka
atau aku hanya tong sampah
yang baru kamu perlukan
saat tidak ada lagi orang yang bisa kamu ajak bicara
apa arti hadirku untukmu
temankah
rasanya pun bukan itu
aku seolah-olah hanya menjadi si orang asing di hadapanmu
tanpa pernah bisa
tanpa pernah ada kesempatan
untuk menjadi lebih dekat
rasanya
aku benar-benar kehilangan
bukan dalam konteks yang mengartikan hal yang 'lebih'
tapi sebagai teman pun
rasanya kamu berubah terlalu banyak
terlalu banyak selalu menyakitkan...
No comments:
Post a Comment