seperti mimpi rasanya
bisa berjalan berdua denganmu seperti itu
walau orang-orang menatap kita aneh
pasangan aneh
aku diam saja
karena kita bukan pasangan
dan aku tau kau juga tak ambil pusing
karena ada yang lain di hatimu
matamu menatap kosong jalanan di depan
seolah jiwamu tidak pada tempatnya
kamu berputar lagi dengan duniamu
meninggalkanku di bumi
apa kamu memikirkannya?
ingin rasanya bibirku mengatakan hal itu
tapi tidak
aku tidak mau merusak momen ini
tempat favoritku
bersama kamu
sudah cukup
bahkan dalam imajinasi terliarku
aku tidak akan pernah bisa berdua saja denganmu
di sini
kubiarkan pikiranmu mengelana jauh
menembus batas dimensi ruang dan waktu
yang penting kau ada di sini
berdiri di sebelahku
lalu kau tersenyum padaku
"sudah selesai?"
"ya"
"shall we go now?"
aku hanya menganggukkan kepala
berjalan mengekor dibelakangnya
lalu aku melihatmu menatapnya
dengan pandangan terlalu fokus
dan senyum secerah sinar mentari
aku terpaku
kukira takkan pernah melihatmu tersenyum seperti itu lagi
selama bersamaku kau hanya diam
sesekali tersenyum
tapi bukan senyum itu yang kuinginkan
sudahlah
aku menggenggam erat hatiku
seperti ada luka besar yang menganga di sana
ia menyapaku
dan aku membalasnya singkat
lalu kau pun terlibat pembicaraan dengannya
seolah di dunia ini hanya ada dirimu dan dirinya
aku tersingkirkan
saat itu juga aku ingin berlari
dan menangis sekencang-kencangnya
tapi aku tau bahwa aku terlalu pengecut untuk melakukannya
kuambil headphone dari tasku
menyalakan musik hingga membuat telingaku hampir tuli
membuat setiap orang yang melewatiku menatap aneh
aku tak peduli
hanya memejamkan mata
dan berusaha mengikuti lirik lagu yang berdendang di telingaku
aku tidak mau mendengar apa yang kamu biacarakan dengannya
kubuka mataku
dan kamu masih tetap di sana
berbicara dengannya
aku hanya bisa menghela napas
cukup
aku ingin pulang saja...
No comments:
Post a Comment