...
"siapa bilang kalau kamu mempunyai sifat-sifat yang sama dengannya maka tidak mungkin untuk kalian berdua bersama?"
"karena terlalu banyak yang sama. somehow, kita seperti melihat diri kita sendiri"
"kamu tau? pada awalnya orang akan tertarik kepada orang lain yang memiliki kesamaan dengannya, bukan langsung mencari orang yang berkebalikan dengannya"
"bukankah dengan sifat yang berbeda kita bisa saling melengkapi? bukannya tolak menolak seperti dua kutub magnet yang sama"
"jangan pernah menyamakan perasaan manusia dengan medan magnet. kamu terlalu banyak berkhayal. berhentilah membaca buku-buku yang kamu bilang 'bunch of happiness' itu. terkadang tidak semua hal sesimpel itu"
"karena pada kenyataannya orang yang sifatnya keras kepala tidak akan mencari pasangan yang sifatnya keras kepala juga. bisa-bisa perang dunia meletus setiap saat"
"nah kan, apa kubilang barusan? berhentilah menganalogikan hal-hal yang sifatnya perasaan kedalam rumus-rumus kimia, matematika, fisika, atau apapun lah itu yang suka kau baca. ilmu formal dan perasaan itu berbeda"
"..."
"sepertinya kamu belum mengerti juga. begini saja, apanya yang tidak mungkin kalau orang yang sama-sama pendiam bisa menjadi pasangan? atau katakanlah orang yang sama-sama suka have fun berlebih. they're just fine. you know why?"
aku menggeleng
"because they're dealing with that. dengan orang yang sama-sama memiliki sifat yang sama, siapa tau kamu nanti akan menemukan sisi lain dirinya yang justru akan membuatmu semakin dan semakin menyayanginya. atau siapa yang tau bahwa hal itu bisa memunculkan sifatmu yang lain, yang ternyata selama ini kamu sembunyikan? dengan memutuskan bersama, ego masing-masing berusaha ditekan seminimal mungkin, belajar untuk menerima orang lain, belajar untuk memasuki dunia untuk berdua, bukan dunia milik sendiri"
sunyi
"siapa tau dia juga tertarik denganmu" ia tersenyum
"kamu bercanda"
"kan kubilang siapa yang tau. so, make a change!"
"I just can't do this"
"can i ask you some questions?"
"sure"
"mau dibawa ke mana hubunganmu yang tidak jelas ini dengannya? pikirkanlah mulai sekarang. dan oh... jangan menangis, please"
"I'm not crying. I... I just don't know what I must do now. terjebak diantara dia, perasaannya, dan orang yang dia cintai itu rasanya menyesakkan"
"that's why I asked you that question. karena pada akhirnya yang akan terluka kamu. you must decide what you want next"
"being a friend is fine I think. I can't imagine how it will be if thing has change between us. being in a relationship is a crowded."
"how do you know that is crowded when you've never try to do it?"
"I just imagine"
"and that friend stuff, are you really sure? are you satisfied that you will never ever try something to make it different when you know how you really feel for him? are you satisfied enough to be just a friend?"
"......" no answer
No comments:
Post a Comment