Wednesday, March 7, 2012

nyeri. sesak.
terhimpit. tidak bisa keluar.
terkungkung.

lari. terus berlari.
tak tentu arah.
tidak, bukan tak tentu arah
tapi aku hilang arah

ke mana kakiku melangkah?
ke mana akhir tujuan ini?
ke mana hati ini akan dibawa?
ke mana?

terduduk di sudut
kugenggam hati ini agar tidak lepas
kupeluk erat dirinya agar tidak mati
kurasakan setiap detaknya agar aku yakin ia tidak hilang

tetapi ada rasa lain di sana
di sudut tersembunyi
menggelenyar kuat
mengirimkan sejuta rasa nyeri
menghasilkan sensasi tidak nyaman yang luar biasa

ia sakit
ia terluka
ia patah

ada luka kecil yang terus terbuka
dikiranya luka itu akan sembuh dengan sendirinya
dikiranya luka itu sudah kering kemarin
dikiranya luka itu tidak akan meneteskan darah lagi

ia salah
ia kalah
ia menyerah

luka itu ternyata belum kering
masih mengucurkan darah segar yang tak kunjung berhenti
luka itu masih di sana
di tempat yang sama
dengan pinggiran menghitam
menandakan bahwa luka ada sejak lama

ingin kulepaskan ia ke luar sana
agar ia bisa mencari apa yang ia inginkan
tapi aku takut
akan ia yang akan semakin terluka nantinya
akan lukanya yang semakin basah

akan dirinya yang akan menghilang
akan dirinya yang tak punya lagi rasa percaya...

No comments:

Post a Comment

waktu

Waktu selalu membawa cerita Yang tak terkata saat bergelas-gelas kopi menemani Tentang impian masa muda yang konyol Yang terkisah saat panas...