mereka tertawa
memaki dan menginjak harga dirinya
katanya padaku, "pedih"
namun bibirnya tetap mengeluarkan senyum merekah
apa yang mereka tahu tentang dirinya
tidak seujung rambut pun
namun sumpah serapah tetap mereka lontarkan
bagi mereka ia anjing
layak untuk dibuang
tapi bagiku, ia mentari
diamlah kalian, pecundang!
bau bangkai dari bibirmu membuatku meradang
siapa kalian hendak menghakimi
tidak penting...
No comments:
Post a Comment