entah sudah keberapa kalinya dalam bulan ini. tak terhitung.
membiarkan pikiran mengembara, menjelajah kabut kenangan.
berenang-renang mengarungi samudera kemungkinan dan rasa cemas.
ada kalanya saat mata terasa lelah, sudah tersayup-sayup, namun kereta pikiran tak juga berhenti.
terus berjalan hingga pagi menjelang.
menyongsong pagi dengan mata merah dan pikiran kusut.
what I've done to my life?
lalu pada suatu pagi yang dingin dan senyap,
kereta itu berhenti berjalan, namun dengan mesin yang tetap menyala.
mencoba menuliskan apa yang menjadikan tak bisa lelap.
mungkin...
tentang pekerjaannya. detail-detail kesalahan yang menghantui.
deadline yang menumpuk dan tak tahu bagaimana harus diselesaikan.
komentar-komentar miring yang terus masuk dan keluar.
mungkin...
tentang Bandung. hawa dingin, gelak tawa, dan hujan.
namun ia tau, meskipun ia datang kembali, bukan itu yang ia rindukan.
ia rindu Bandung yang dahulu, bersama teman-temannya.
mungkin...
tentang teman-temannya. muncul dan menghilang tak jelas rimbanya.
perpisahan terakhir yang terus membekas. percakapan basa-basi, tawa canggung, senyum palsu.
they did grow apart.
mungkin...
tentang keluarganya. pertengkaran-pertengkaran kecil yang kerap hadir.
hangat kebersamaan di meja makan. percakapan serius sebelum tidur.
ia rindu rasanya makan bersama di meja makan.
mungkin...
tentang hatinya... yang belakangan terasa kosong.
ketertarikan sesaat dengan cepat dikuburnya dalam-dalam. takut untuk menghancurkan sebuah hubungan yang sudah dibina lama dengan baik. ia mencari rasanya dicintai.
mungkin...
semua karena rasa sepi yang semakin lama semakin terasa membunuh.
tak ada seseorang yang bisa diajak bercerita di malam hari, dicari saat perasaan ini membuncah, tertawa dan menangis bersama.
mungkin...
ia hanya rindu.
No comments:
Post a Comment