ada hati yang meretih dalam gundah
ada kata yang merebak dalam hisapan kretek
ada jejak air mata yang tertinggal dalam setiap luka yang tertoreh
hati membeku, telinga menuli, bibir terkatup
dan jalan tertutup sudah
kuncinya telah hilang belasan tahun lalu
dalam hangat dekap sebuah pelukan yang disebut
...kasih.
jiwa-jiwa yang terkubur dalam dekap ibu pertiwi
tidaklah hilang terbawa angin
mereka menari, bersama angin
mereka tertawa, bersama bintang
mereka menanti, bersama bulan
semua akan kembali
tidak terkecuali
tidak jua aku, kamu, atau dia
kepada yang hakiki,
menjalani roda kehidupannya masing-masing
memetik buah dari setiap perbuatannya masing-masing
air mata akan kering,
apa yang mewujud akan kembali kepada bentuk asalnya
apa yang tidak mewujud akan selalu kekal
hidup
bersama dengan tarikan napas
hingga waktunya datang.
No comments:
Post a Comment