membangkitkan rasa yang telah lama mati
merambat hingga ke sumsum
dinginnya menusuk tulang
menorehkan sebaris air mata pada wajah
aku ingin
berdiri di bawah hujan
menikmati tetesannya melewati bibirku
meresap ke dalam relung jiwa
merasa bahwa
aku hidup
membasuh seluruh beban di pundak
melarutkannya bersama air yang mengalir
menggenangi setiap sudut kota
meresapi dinginnya angin malam
berlalu bersama hembusan nafasmu
melepas kebencian yang mengakar
membunuh hati yang tidak seharusnya dicaci
karena hujan
datang bersamamu
dan aku membencinya karena itu
karena hujan datang bersama datangnya gelap
meneteskan nila pada seluruh kenangan indah
membawanya pergi
selamanya...
No comments:
Post a Comment