Thursday, April 7, 2011

Abu Abu

detik demi detik berlalu. waktu bergulir terus dan terus, tanpa pernah disadari. menjadi dewasa dalam kejapan mata. bertumbuh dari seorang kanak-kanak menjadi seorang dewasa.

menjadi dewasa.
menajadi semakin rumit. menajadi semakin sulit dimengerti. menjadi semakin individualistis.
menjadi begitu egois dengan segala tindak tanduknya. apa yang boleh dan tidak boleh menjadi rancu . apa yang benar dan yang salah menjadi abu-abu.

ya, kita berjalan dalam zona abu-abu dengan pencahayaan yang remang-remang. tidak tahu mana yang baik mana yang buruk, mana yang benar mana yang salah, mana yang terang dan mana yang gelap. semua pada akhirnya tergantung pada diri kita masing-masing dalam mengambil keputusan, menentukan setiap langkah. berjalan tanpa ada tangan yang terkait. jika kita jatuh, maka kita akan jatuh seorang diri. tak ada yang terseret ataupun diseret.

tidak ada lagi kotak-kotak yang hitam dengan yang hitam, yang putih dengan yang putih. semua berbaur menjadi satu. antara yang hitam, yang putih, yang abu-abu, semua terbaur dalam sebuah kotak yang dinamakan pertemanan. kita belajar melihat segala sesuatu dari 2 sudut pandang, bukan 1. untuk keputusan yang akan diambil nantinya. agar kita tidak menyesal, agar kita bisa menentukan mana yang terbaik.

dan kita menyadari bahwa, tidak selamanya yang hitam akan selalu menjadi hitam. tidak semua yang putih benar-benar putih sebenarnya. hanya tampak luar saja. pada akhirnya, semua akan menjadi abu-abu lagi. tak tertebak, tak terbaca. semua orang bisa memilih putih dan hitam pada saat yang bersamaan.

mejadi dewasa, menjadi membingungkan.

No comments:

Post a Comment

waktu

Waktu selalu membawa cerita Yang tak terkata saat bergelas-gelas kopi menemani Tentang impian masa muda yang konyol Yang terkisah saat panas...