terlihat menyedihkan. ya, saya.
terlihat menyedihkan di depanmu. terima kasih. karena telah membahas hal itu lagi.
tidakkah kau mengerti betapa hal itu amat sangat rawan dibahas denganku.
apa kau ingin melihatku hancur dan pecah berkeping-keping ?
jika itu inginmu, lihatlah sebentar lagi. sekali lagi hal itu terucap,
maka kau akan melihatku dalam kondisi paling menyedihkan.
kondisi di mana aku sendiripun tidak ingin kembali lagi. cukup. ini sudah cukup.
apa kau ingin melihatku lari dan terus bersembunyi ?
jika iya, maka inilah aku. aku yang sedang bersembunyi dari kalian, darimu.
tidakkah kau ingin sedikit mengerti apa yang kurasa ?
sakit sekali rasanya. hingga ingin rasanya aku menenggelamkan diri ke dalam samudra terdalam.
perih. seperti luka yang tak pernah sembuh. luka yang kudapat setiap kali kurasakan lagi hal itu.
bolehkah aku meyerah? bolehkan aku berpasrah saja?
aku sungguh-sungguh tidak ingin melanjutkan ini semua. lelah sekali rasanya.
luka. dan lagi-lagi luka.
berapa banyak lagi yang harus kuterima? berapa kali lagi harus kurasakan?
ini rasanya tidak dibutuhkan, ini rasanya tidak dianggap, ini rasanya tidak diacuhkan. dibuang.
lihatlah serpihan yang akan terus bertambah.
lihatlah dalamnya sayatan yang terus akan mengucurkan darah.
lihat saja. lihat saja berapa lama aku bisa terus bertahan. berapa lama aku sanggup menghadapinya.
dan tunggu saja waktunya. di mana aku tak akan bisa bergerak lagi.
di mana aku akan pergi...
No comments:
Post a Comment