sepulang kampus
di tempat biasa dengan orang-orang yang sama
satu per satu pergi
hingga tersisa tiga
dan dimulailah pembicaraan warung kopi pada siang hari
"semuanya punya masalah yang sama, ternyata"
itu yang saya dapatkan dari pembicaraan siang ini
lidah seolah menjadi ujung tombak untuk semuanya
sedikit saja salah bergerak, akan menghancurkan apa yang sudah dibangun selama beberapa waktu
banyak yang sudah pecah
kita, kami, kalian,
sebenarnya sama-sama merupakan sebuah gelas retak
tidak ada yang utuh sempurna
apalagi di kala usia semakin menua
terlalu banyak goresan, bantingan, dan perubahan yang kita terima
bersama
merupakan kumpulan dari berbagai kepingan
mencoba membentuk suatu yang utuh
namun tak akan pernah benar-benar utuh
akan masih banyak terdapat rongga-rongga
yang akan saling bergesakan
hanya bagaimana kita merawatnya
agar tetap 'utuh' sebagai satu kesatuan
agar perekatnya cukup untuk mempertahankan selama yang ia bisa
satu senggolan kecil saja
ternyata cukup untuk membuat semuanya kembali
pada bentuk awal masing-masing
seolah tidak pernah direkatkan
terlalu berbeda katanya
No comments:
Post a Comment