ia datang lagi hari ini
dengan senyum yang sama
menggunakan baju biru favoritku
dan, membawa payung yang sama
kami berjalan dalam hening
sembari mendengar tetesan air hujan yang jatuh membasahi tanah
aromanya sangat menenangkan
ini yang kuimpikan dari dulu
namun entah mengapa
ada yang salah rasanya dengan hari ini
perasaanku tidak tenang
sepertinya ia sadar dengan apa yang kurasakan
di persimpangan jalan ia menahanku
"ada apa denganmu hari ini?"
aku hanya menatap matanya dalam
"tidak apa-apa"
"jangan berbohong padaku"
"aku tidak berbohong"
ia hanya menatap mataku sebagai balasan jawaban
lalu ia menggenggam tanganku lagi
"jangan terlalu cemas dengan apa yang belum terjadi"
aku hanya mengangguk
hatiku tetap tidak tenang
ia tidak mengerti
kulepaskan genggaman tangannya
walaupun aku tau tangan itulah yang mampu membuatku tenang saat ini
ia terkejut
menatapku heran
"bolehkah aku bertanya sesuatu?"
ia mengangguk
"mengapa kamu menggenggam tanganku?"
diam
"kita bahkan tidak memiliki hubungan apa-apa"
"aku tau"
"lalu?"
"aku hanya merasa nyaman dengan keadaan sekarang"
"tapi kamu tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanku"
"haruskah kita membahasnya sekarang?"
"kamu egois"
aku berbalik
meninggalkannya dalam hujan
dan payung itu sendirian
hujan mulai membasahi wajahku
ini yang aku takutkan
hatiku benar rupanya
No comments:
Post a Comment