dingin. keras. kosong.
kursi ini menjadi temanku 3 jam terakhir
aku menunggu jarum yang terus berdetak
mengapa tak jua cepat waktu ini berlalu
menatap kosong dinding kaca dihadapanku
aku tak ingin pulang
tidak bila kamu masih di sini
berdiam diri menunggumu menoleh dan tersenyum
tampaknya usahaku sia-sia
kamu tetap pergi
melangkah di jalan yang tak pernah bisa kulalui
menegaskan sesuatu
bahwa kamu dan aku mungkin memiliki jalan yang berbeda
No comments:
Post a Comment