dalam benaknya kenangan terus berputar
seperti gangsing
berputar
menimbulkan panas serta percik api
berputar
meninggalkan jejak berpusar pada tempatnya
berputar
tak terlihat mana yang kepala dan ekor
berputar
melukai yang berusaha menghentikannya
berputar
tajam menggores apapun yang ada di sebelahnya
lalu perlahan diam, berhenti
tergeletak seperti mati
lelah dan menyerah
diam merunduk pada tanah
seperti kita yang terduduk bersisian
tapi tak mampu menggapai apa yang kau pikirkan
dalam duniamu terhanyut
berjuta kenangan langit
bersama kita melihat senja
apakah jingga seindah ini juga dalam benakmu?
atau hanya aku yang merasa jingga bersemburat merah jambu?
perlahan terkubur
tertimbun bebatuan dan waktu
kita berpisah
mencari jalan dalam remang cahaya
meraba-raba, membawa lentera
semoga bertemu lagi, nanti...
No comments:
Post a Comment