apakah karena bersama merupakan pilihan terakhir?
ataukah karena berpisah terasa lebih berat daripada bersama?
kamu dan aku
ada diantara sebuah ruang tak terbatas
berjalan terombang-ambing di atas seutas titian
mencoba saling berpegang, saling bergantung satu dengan lainnya
mencoba bertahan hingga akhir
terkadang jatuh, lalu kita ulangi lagi dari awal
berulang dan berulang terus
kita terus mencoba
luka yang tak kunjung henti datang
tergores, terseok-seok mencari pegangan yang tepat
aku dan kamu sama-sama masih bertahan
saling berpegang, saling menahan
apakah ini karena terbiasa?
bisa karena biasa.
atau karena kamu telah berubah menjadi candu?
candu rindu yang tak pernah bisa hilang...
No comments:
Post a Comment