taukah rasanya
napas tertahan, tatapan menunduk
hati berdegup kencang
mengalahkan suara bising
tidak bisa berpikir
tidak
aku tidak mau
hanya ingin berhenti
sedetik dua detik
menikmati semuanya
dengan kamu di depan sana
tersenyum
entah untuk siapa
untuk ia si sempurna yang berjalan di depanku kah
atau untuk orang lain
entahlah...
No comments:
Post a Comment