jadi mengapa?
saya rindu, tapi tidak dengan mereka
kilas balik enam, atau tujuh tahun lalu
mungkin karena masih terjebak
dalam apa yang orang lain katakan kenangan
tidak mau, tidak bisa bangkit
berjalan ke depan tanpa menoleh seakan mustahil
terpaku pada masa lalu
di mana semua masih terasa mudah
beban pikiran hanya sekedar sekolah, nilai bagus, dan jadi orang paling keren
tidak seperti saat ini
segala yang sudah ada, yang sedang ada, dan yang akan ada
seolah menambah kerumitan berpikir
satu tindakan tidak bisa dilakukan karena suatu hal
begitu pula tindakan lain
menjadi si manusia penggerutu
menjadi si orang menyebalkan
menjadi si penanya bebal
menjadi si tukang kritik yang tidak bisa dikritik
menjadi si ideologis
dasar kepala kosong, dasar si tukang rutuk
ada yang salah, berubah tak tentu arah
ada yang terlambat sadar, terlambat dewasa beberapa tahun
tertinggal dari kawanannya
dampaknya terlalu besar
berbeda perspektif dalam melihat suatu masalah
kadang terlalu sempit, sehingga semua terlihat besar
kadang terlalu atas, sehingga semua terlihat jauh di bawah, kerdil
mencari-cari sudut terbaik
jadi... kembali lagi
mungkin hanya salah keadaan, waktu, tempat, dan entah apa lagi
atau mungkin memang sudah "jalan" yang ada begini
harus dilalui, suka tidak suka, mau tidak mau
negatifnya, menjadi si orang asing, si outsider
positifnya, menjadi si sabar, si pemakan hati terbanyak, si senyum terbaik
seseorang teman pernah berkata berkali-kali
orang sabar, pantatnya lebar
yah, semoga saja tidak benar
berharapnya, orang sabar, rejekinya lancar
mungkin terdengar terlalu naif
tapi, bukankah itu yang semua orang inginkan?
menjadi yang terbaik, si pengetahuan luas, si banyak teman, si ramah, si suci...
No comments:
Post a Comment