Wednesday, December 5, 2012

jadi mengapa?

saya rindu, tapi tidak dengan mereka

kilas balik enam, atau tujuh tahun lalu

mungkin karena masih terjebak

dalam apa yang orang lain katakan kenangan

tidak mau, tidak bisa bangkit

berjalan ke depan tanpa menoleh seakan mustahil

terpaku pada masa lalu

di mana semua masih terasa mudah

beban pikiran hanya sekedar sekolah, nilai bagus, dan jadi orang paling keren

tidak seperti saat ini

segala yang sudah ada, yang sedang ada, dan yang akan ada

seolah menambah kerumitan berpikir

satu tindakan tidak bisa dilakukan karena suatu hal

begitu pula tindakan lain

menjadi si manusia penggerutu

menjadi si orang menyebalkan

menjadi si penanya bebal

menjadi si tukang kritik yang tidak bisa dikritik

menjadi si ideologis

dasar kepala kosong, dasar si tukang rutuk

ada yang salah, berubah tak tentu arah

ada yang terlambat sadar, terlambat dewasa beberapa tahun

tertinggal dari kawanannya

dampaknya terlalu besar

berbeda perspektif dalam melihat suatu masalah

kadang terlalu sempit, sehingga semua terlihat besar

kadang terlalu atas, sehingga semua terlihat jauh di bawah, kerdil

mencari-cari sudut terbaik

jadi... kembali lagi

mungkin hanya salah keadaan, waktu, tempat, dan entah apa lagi

atau mungkin memang sudah "jalan" yang ada begini

harus dilalui, suka tidak suka, mau tidak mau

negatifnya, menjadi si orang asing, si outsider

positifnya, menjadi si sabar, si pemakan hati terbanyak, si senyum terbaik

seseorang teman pernah berkata berkali-kali

orang sabar, pantatnya lebar

yah, semoga saja tidak benar

berharapnya, orang sabar, rejekinya lancar

mungkin terdengar terlalu naif

tapi, bukankah itu yang semua orang inginkan?

menjadi yang terbaik, si pengetahuan luas, si banyak teman, si ramah, si suci...

No comments:

Post a Comment

waktu

Waktu selalu membawa cerita Yang tak terkata saat bergelas-gelas kopi menemani Tentang impian masa muda yang konyol Yang terkisah saat panas...