Menyisakan genangan basah
Sunyi
Yang terdengar hanya gemericik air
menetes-netes dari dedaunan di pinggir jalan
ia pun terdiam
terpaku menatap jalanan di hadapnya
dan aku pun bertanya-tanya
apa gerangan yang sedang ia pikirkan
sunyi ini mulai memekakkan telinga
deru angin dingin merasuk hingga ke tulang
mata ini lalu bertemu matanya
dan kami pun mengerti ada kata yang tak terucap
dalam bauran aroma air dan tanah basah
kurasakan hangat tangannya dalam genggaman
dan ia pun tersenyum
No comments:
Post a Comment