diam...
menunggu malam merenda merah
menanti sebuah kabar dari ujung jalan setapak
perlahan mengabur
melonjak girang saat mendapati secercah cahaya di ujung sana
berjalan perlahan, amat pelan
terus dan terus mendekat
takut kalau-kalau cahaya itu menghilang secara tiba-tiba
berhenti mendadak
merasa bahwa tempat berpijaknya kini sudah tepat untuk menikmati indahnya cahaya itu
tersenyum, lalu duduk
cahaya itu berubah
perlahan-lahan
merah-kuning-biru-jingga-putih
berganti-ganti layaknya pelangi
tanpa pernah disadari cahaya itu mulai memudar perlahan
tersentak lalu berlari mengerjarnya sekuat tenaga
"jangan menghilang hai cahaya..."
"jangan menghilang hai , teman..."
No comments:
Post a Comment