ia berubah.
hal itu disadarinya secara utuh.
garis-garis wajahnya mulai berubah. perlahan-lahan menjadi tegas, tidak lagi seperti saat ia kanak-kanak dulu.
mulai memancarkan sosok dewasanya. rautnya menjadi lebih 'keras', tidak lagi lembut dan polos seperti dulu.
mulai mempertajam mata, bibir, serta tulang pipinya. menjadikan wajahnya tampak 'diam'.
tubuhnya mulai berubah. tidak banyak, tapi tetap terlihat perbedaannya.
tidak lagi terlihat lemah, ia tampak jauh lebih kuat daripada sebelumnya.
kulitnya menjadi lebih gelap karena ia sering berjalan kaki ke mana-mana, menjadikannya tampak lebih 'tangguh'.
jari-jarinya mulai tampak lebih panjang. tulang belikatnya mulai terlihat.
penampilannya juga berubah. karena seleranya juga berubah.
celana jeans yang dulu amat tidak familier baginya, sekarang dipakainya setiap hari.
ia mulai menggunakan kaus-kaus ke kampus, bukan lagi kemeja yang membuatnya tampak lebih tua dari umurnya.
bedak, alat-alat make-up, serta pernak-pernik kecil juga mulai menjadi perhatiannya.
itu hanya tampilan luarnya. bagaimana dengan perasaannya?
ya, perasaannya juga berubah seiring berjalannya waktu.
tidak hanya itu, selera humornya, keoptimisan serta rasa pesimisnya yang berlebihan juga ikut berubah.
cara pandangnya akan sesuatu juga perlahan-lahan berubah. satu demi satu bagian dari dirinya berubah.
dan ia hanya berharap, akan tetap ada seseorang yang mengerti mengapa ia berubah.
yang tetap dapat menerimanya apa adanya, tanpa perlu banyak pertanyaan, tanpa perlu banyak keraguan...
No comments:
Post a Comment