saya takut. benar-benar takut.
hingga seakan tak berani bernafas karenanya. terlalu sesak.
sampai saya tak bisa menceritakannya secara langsung pada orang lain.
ya, saya terlalu takut akan segala sesuatunya.
apa yang sebenarnya saya resahkan? saya takutkan?
sejujurnya, saya pun tidak tau. tiba-tiba saja rasanya bumi yang saya pijak berubah arah.
saya oleng ke kanan dan ke kiri. tak tentu arah.
saya takut tidak bisa melewati semester ini dengan baik. saya takut sekali.
saya takut melhat wajah keluarga saya di rumah. entah bagaimana mereka nanti.
saya takut menghadapinya sendirian. dan yang terpenting,
yang paling saya takutkan adalah bagaimana saya nanti. rekasi saya, perasaan saya.
saya benar-benar tidak bisa membayangkannya.
sekarang saja saya sudah takut bagaimana hati saya menilai seseorang ke depannya nanti.
ya, seorang laki-laki. entahlah, saya mulai merasa ketakutan untuk merasakan sesuatu yang lebih pada seorang laki-laki lagi. saya takut saya akan berakhir menyedihkan lagi dan lagi.
saya takut hati saya tidak akan kuat menampung segala kekecewaan lagi.
maaf, saya takut jatuh cinta lagi...
No comments:
Post a Comment